USD $10,000 Lucky Draw Banner

Written by Clicks® Team

Jun 4, 2024

KPR Adalah: Panduan Lengkap Pertimbangan Sebelum Mengambil KPR

SHARE THIS POST
KPR Adalah: Panduan Lengkap Pertimbangan Sebelum Mengambil KPR

KPR adalah solusi yang banyak dipilih untuk mewujudkan impian memiliki rumah sendiri. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) memberikan kemudahan bagi siapa saja yang ingin membeli rumah dengan cara mencicil dalam jangka waktu tertentu. Jika Anda tertarik melakukan KPR rumah, maka artikel ini wajib untuk Anda baca. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai KPR, jenis-jenisnya, serta manfaat yang bisa Anda dapatkan. Yuk simak!

Apa Itu KPR?

Apa itu KPR? KPR, atau Kredit Pemilikan Rumah, adalah fasilitas pembiayaan yang disediakan oleh bank atau lembaga keuangan untuk membantu individu membeli rumah. KPR memungkinkan Anda untuk membeli rumah dengan cara mencicil dalam jangka waktu tertentu, biasanya antara 5 hingga 30 tahun.

Salah satu hal yang membuat KPR berbeda dari kredit biasa adalah suku bunga yang lebih rendah dan tetap, terutama untuk KPR bersubsidi. KPR bersubsidi dari pemerintah menawarkan bunga yang sangat rendah, sering kali di bawah 5%, untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memiliki rumah sendiri. Selain itu, KPR juga memberikan kemudahan dalam proses pengajuan dan persyaratan yang lebih ringan dibandingkan dengan kredit konvensional.

Sejarah KPR

Sejarah KPR di Indonesia dimulai pada tahun 1970-an, ketika pemerintah dan beberapa bank mulai memperkenalkan konsep kredit untuk pemilikan rumah. Tujuan utamanya adalah untuk membantu masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan rendah dan menengah, agar bisa memiliki tempat tinggal yang layak.

Selama beberapa dekade, program KPR telah mengalami banyak perubahan dan peningkatan. Pemerintah terus mendorong program ini dengan berbagai skema subsidi dan insentif untuk menarik lebih banyak masyarakat memanfaatkan KPR. Hal ini termasuk peluncuran program seperti KPR Sejahtera FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) yang menawarkan bunga tetap rendah dan jangka waktu cicilan yang lebih panjang.

KPR Untuk Siapa?

KPR untuk Siapa?

Siapa yang cocok menggunakan KPR? Pemerintah Indonesia menargetkan program KPR ini terutama untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memiliki kesulitan mengumpulkan dana besar untuk membeli rumah secara tunai. KPR sangat cocok bagi individu atau keluarga yang memiliki penghasilan tetap tetapi tidak cukup besar untuk membeli rumah secara tunai.

Selain itu, KPR juga ditujukan untuk pegawai negeri sipil, anggota TNI/Polri, dan pekerja swasta dengan penghasilan tertentu yang memenuhi syarat. Dengan adanya KPR, mereka dapat memiliki rumah sendiri dengan cicilan yang terjangkau sesuai dengan kemampuan finansial mereka.

Program KPR bersubsidi khususnya sangat membantu MBR untuk mendapatkan akses ke perumahan yang layak dengan biaya yang lebih rendah dan proses yang lebih mudah.

3 Fungsi KPR

3 Fungsi KPR

1. KPR untuk Membeli Rumah

KPR untuk Membeli Rumah adalah salah satu fungsi utama dari KPR, yaitu membantu masyarakat memiliki rumah sendiri dengan sistem cicilan. Dengan KPR, Anda tidak perlu menunggu hingga memiliki uang tunai yang cukup untuk membeli rumah. Anda bisa langsung membeli rumah impian dan mencicilnya sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Selain itu, KPR juga menawarkan berbagai skema pembayaran yang fleksibel, seperti bunga tetap atau bunga mengambang, sehingga Anda bisa memilih yang paling sesuai dengan kondisi keuangan Anda.

2. KPR untuk Renovasi Rumah

KPR untuk Renovasi Rumah adalah fasilitas yang memungkinkan Anda mendapatkan dana tambahan untuk memperbaiki atau memperbarui rumah yang sudah ada. Ini sangat berguna jika Anda ingin meningkatkan kualitas rumah Anda tanpa harus menjual atau mengganti rumah yang baru. Dengan KPR renovasi, Anda bisa mendapatkan pinjaman dengan bunga yang kompetitif dan jangka waktu yang fleksibel. Bank akan menilai nilai rumah Anda saat ini dan memberikan dana yang sesuai untuk proyek renovasi Anda.

3. KPR untuk Membeli Tanah

KPR untuk Membeli Tanah memungkinkan Anda membeli tanah sebagai investasi jangka panjang atau untuk tujuan pembangunan di masa depan. Produk ini mirip dengan KPR untuk rumah, namun fokusnya adalah pada pembelian tanah. Bank akan menilai harga tanah dan memberikan pinjaman berdasarkan nilai tersebut. KPR tanah biasanya memiliki bunga yang kompetitif dan jangka waktu yang dapat disesuaikan dengan rencana keuangan Anda.

4. KPR untuk Kepemilikan Ruko

KPR untuk Kepemilikan Ruko adalah solusi bagi Anda yang ingin memiliki ruko (rumah toko) untuk keperluan bisnis. Dengan KPR ini, Anda bisa membeli ruko dan mencicilnya dalam jangka waktu tertentu. Ruko dapat digunakan sebagai tempat usaha sekaligus tempat tinggal, sehingga memudahkan Anda dalam mengelola bisnis dan kehidupan sehari-hari. Bank akan menilai potensi bisnis ruko tersebut dan memberikan pinjaman yang sesuai dengan nilai properti dan kemampuan finansial Anda.

5. KPR untuk Membeli Apartemen

KPR untuk Membeli Apartemen adalah fasilitas yang memungkinkan Anda memiliki apartemen dengan sistem cicilan. Apartemen sering kali menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan hunian di pusat kota dengan fasilitas lengkap. Dengan KPR apartemen, Anda bisa mendapatkan pinjaman dengan bunga yang kompetitif dan jangka waktu yang fleksibel. Bank akan menilai harga apartemen dan kemampuan finansial Anda sebelum memberikan pinjaman.

Manfaat KPR

1. Investasi Jangka Panjang

Investasi Jangka Panjang adalah salah satu manfaat utama dari KPR. Dengan memiliki rumah melalui KPR, Anda berinvestasi dalam aset yang cenderung meningkat nilainya seiring waktu.

Properti adalah salah satu bentuk investasi yang paling stabil dan dapat memberikan keuntungan besar di masa depan. Selain itu, dengan membayar cicilan secara rutin, Anda membangun ekuitas di properti tersebut, yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan keuangan lainnya.

2. DP yang Lebih Terjangkau

DP yang Lebih Terjangkau adalah keuntungan lain dari KPR. Dibandingkan dengan membeli rumah secara tunai, KPR memungkinkan Anda membayar uang muka (DP) yang lebih kecil.

Hal ini membuat KPR menjadi lebih terjangkau bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang baru mulai bekerja atau memiliki tabungan terbatas. Dengan DP yang lebih rendah, Anda bisa segera memiliki rumah tanpa harus menunggu hingga memiliki dana besar.

3. Legalitas yang Terjamin

Legalitas yang Terjamin adalah salah satu aspek penting dari KPR. Semua proses pembelian rumah melalui KPR diawasi oleh bank dan lembaga keuangan yang memastikan bahwa semua dokumen dan prosedur sesuai dengan hukum yang berlaku.

Hal Ini memberikan keamanan tambahan bagi Anda sebagai pembeli, karena Anda tidak perlu khawatir tentang keabsahan transaksi atau potensi masalah hukum di masa depan. Bank juga akan melakukan penilaian properti untuk memastikan bahwa nilai rumah sesuai dengan harga yang dibayarkan.

8 Jenis-Jenis KPR

8 Jenis-Jenis KPR

1. KPR Subsidi

KPR Subsidi adalah program kredit pemilikan rumah yang disubsidi oleh pemerintah, ditujukan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Keunikan dari KPR Subsidi adalah bunga yang sangat rendah, sering kali di bawah 5%, dan bisa tetap selama masa pinjaman.

Program ini menawarkan kemudahan dalam proses pengajuan dan syarat yang lebih ringan, seperti uang muka (DP) yang lebih rendah dibandingkan dengan KPR konvensional. Pemerintah juga menyediakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang membantu mengurangi beban cicilan bulanan bagi MBR.

2. KPR Non-Subsidi

KPR Non-Subsidi adalah kredit pemilikan rumah yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Produk ini ditawarkan oleh bank dan lembaga keuangan kepada masyarakat umum yang mampu memenuhi persyaratan pinjaman tanpa subsidi.

Bunga KPR Non-Subsidi biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan KPR Subsidi, dan bisa berupa bunga tetap (fixed rate) atau bunga mengambang (floating rate) yang mengikuti kondisi pasar. Meskipun demikian, KPR Non-Subsidi memberikan fleksibilitas lebih dalam hal pemilihan jenis properti, jumlah pinjaman, dan jangka waktu pinjaman.

3. KPR Syariah

KPR Syariah adalah produk KPR yang menggunakan prinsip-prinsip syariah dalam proses pembiayaan, yaitu tanpa bunga (riba). Sebagai gantinya, KPR Syariah menggunakan akad-akad seperti Murabahah (jual beli), Ijarah (sewa), atau Musyarakah Mutanaqisah (kepemilikan bertahap).

Dalam akad Murabahah, bank membeli rumah terlebih dahulu kemudian menjualnya kepada nasabah dengan margin keuntungan yang disepakati. Keunikan dari KPR Syariah adalah transparansi dalam penetapan harga dan cicilan yang tetap selama masa pembiayaan, sehingga nasabah tidak terpengaruh oleh fluktuasi suku bunga.

4. KPR Refinancing

KPR Refinancing adalah proses pembiayaan ulang KPR yang sudah berjalan dengan tujuan mendapatkan bunga yang lebih rendah atau mengubah syarat pinjaman. Misalnya, jika Anda memiliki KPR dengan bunga mengambang dan menemukan penawaran bunga tetap yang lebih rendah, Anda bisa melakukan refinancing untuk mengunci bunga tersebut. Selain itu, refinancing juga bisa digunakan untuk memperpanjang atau memperpendek jangka waktu pinjaman. Contoh skenario:

5. KPR Angsuran Berjenjang

KPR Angsuran Berjenjang adalah KPR dengan skema cicilan yang meningkat secara bertahap sesuai dengan kenaikan penghasilan nasabah. Produk ini cocok bagi nasabah yang memiliki prospek peningkatan penghasilan di masa depan, seperti pegawai muda atau profesional yang baru memulai karir.

Keunikan dari KPR ini adalah cicilan awal yang lebih rendah, sehingga lebih ringan di awal masa pinjaman, dan meningkat sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan.

6. KPR Take Over

KPR Take Over adalah proses pengalihan KPR dari satu bank ke bank lain dengan tujuan mendapatkan bunga yang lebih rendah atau syarat pinjaman yang lebih menguntungkan. Cara ini bisa dilakukan jika Anda menemukan bank lain yang menawarkan suku bunga lebih rendah atau syarat yang lebih baik dari bank tempat Anda mengambil KPR pertama. Proses KPR Take Over meliputi:

7. KPR Pembelian

KPR Pembelian adalah jenis KPR yang paling umum digunakan untuk membeli rumah baru atau bekas. Bank atau lembaga keuangan memberikan pinjaman berdasarkan harga rumah dan kemampuan finansial nasabah.

Bunga KPR Pembelian bisa tetap (fixed rate) atau mengambang (floating rate), dengan jangka waktu pinjaman yang bervariasi antara 5 hingga 30 tahun. Produk ini memberikan fleksibilitas dalam memilih jenis properti dan lokasi sesuai dengan keinginan nasabah.

8. KPR Duo

KPR Duo adalah kombinasi antara KPR untuk membeli rumah dan produk pinjaman lainnya, seperti kredit kendaraan bermotor atau kredit renovasi. Produk ini ditawarkan oleh beberapa bank untuk memberikan kemudahan bagi nasabah dalam memenuhi berbagai kebutuhan pembiayaan.

Keunikan dari KPR Duo adalah nasabah bisa mendapatkan dua jenis pembiayaan dengan satu proses pengajuan, sehingga lebih praktis dan efisien. Bunga dan syarat pinjaman disesuaikan dengan produk yang digabungkan dalam KPR Duo.

7 Hal yang Harus Anda Pertimbangan Sebelum Mengambil KPR

7 Hal yang Harus Anda Pertimbangan Sebelum Mengambil KPR

1. Rekam Jejak Kredit

Rekam Jejak Kredit adalah faktor yang sangat mempengaruhi persetujuan pengajuan KPR. Bank akan memeriksa riwayat kredit Anda untuk menilai kemampuan Anda dalam membayar cicilan. Jika Anda memiliki riwayat kredit yang baik, peluang Anda untuk mendapatkan persetujuan KPR akan lebih tinggi. Sebaliknya, jika Anda memiliki riwayat kredit yang buruk, pengajuan KPR Anda mungkin ditolak atau Anda mungkin dikenakan suku bunga yang lebih tinggi. Pastikan untuk menjaga rekam jejak kredit Anda tetap baik dengan membayar semua kewajiban finansial tepat waktu.

2. Stabilitas Pekerjaan

Stabilitas Pekerjaan juga merupakan pertimbangan penting sebelum mengambil KPR. Bank akan mempertimbangkan status pekerjaan Anda, apakah Anda bekerja tetap, kontrak, atau freelance. Pekerjaan yang stabil dengan penghasilan tetap akan meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan persetujuan KPR. Jika Anda berencana untuk mengajukan KPR, pastikan Anda memiliki pekerjaan yang stabil dan penghasilan yang dapat diandalkan.

3. Besar Gaji Bulanan

Besar Gaji Bulanan adalah faktor utama yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil KPR. Anda perlu memastikan bahwa penghasilan bulanan Anda cukup untuk menutupi cicilan KPR, serta kebutuhan hidup sehari-hari dan pengeluaran lainnya. Bank biasanya memiliki ketentuan bahwa cicilan KPR tidak boleh melebihi 30-40% dari gaji bulanan Anda. Oleh karena itu, penting untuk melakukan perhitungan yang matang dan memastikan bahwa Anda mampu membayar cicilan tanpa mengorbankan kebutuhan lainnya.

4. Uang Muka (Down Payment)

Uang Muka (Down Payment) adalah jumlah uang yang harus Anda bayarkan di awal sebelum mendapatkan pinjaman KPR. Besarnya uang muka biasanya berkisar antara 10-20% dari harga properti. Anda perlu mempertimbangkan apakah Anda memiliki cukup tabungan untuk membayar uang muka ini. Selain itu, pastikan Anda masih memiliki dana darurat setelah membayar uang muka, untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak di masa depan.

5. Jangka Waktu Pinjaman

Jangka Waktu Pinjaman menentukan berapa lama Anda akan mencicil KPR. Jangka waktu pinjaman KPR biasanya berkisar antara 5 hingga 30 tahun. Semakin panjang jangka waktu pinjaman, semakin kecil cicilan bulanan yang harus dibayar, tetapi total bunga yang harus dibayar akan lebih besar. Sebaliknya, jangka waktu yang lebih pendek berarti cicilan bulanan lebih besar, tetapi total bunga yang harus dibayar lebih kecil. Pertimbangkan jangka waktu pinjaman yang sesuai dengan kemampuan finansial Anda dan rencana keuangan jangka panjang.

6. Jenis Suku Bunga

Jenis Suku Bunga adalah aspek penting yang mempengaruhi besarnya cicilan bulanan KPR. Ada beberapa jenis suku bunga yang ditawarkan oleh bank, seperti bunga tetap (fixed rate), bunga mengambang (floating rate), dan bunga cap. Bunga tetap memberikan kepastian jumlah cicilan yang sama selama jangka waktu tertentu, sedangkan bunga mengambang dapat berubah sesuai dengan kondisi pasar. Bunga cap adalah kombinasi antara bunga tetap dan mengambang, dengan batas maksimum bunga. Pilih jenis suku bunga yang sesuai dengan preferensi dan toleransi risiko Anda.

7. Biaya Lainnya

Biaya Lainnya dalam pengajuan KPR juga harus diperhatikan. Selain uang muka dan cicilan bulanan, ada berbagai biaya tambahan yang perlu dipertimbangkan, seperti biaya administrasi, biaya notaris, asuransi jiwa dan properti, serta biaya appraisal (penilaian properti). Pastikan Anda mengetahui semua biaya yang terkait dengan pengajuan KPR dan memasukkannya dalam perencanaan keuangan Anda.

Temukan Rumah Impian Anda dengan CLICKS®

Temukan Rumah Impian Anda dengan CLICKS®

Sedang mencari rumah melalui KPR? Jangan lewatkan kesempatan untuk menemukan rumah impian Anda di CLICKS®! Sebagai jaringan sosial media untuk properti, CLICKS® tidak hanya menyediakan daftar listing rumah terbaru, tetapi juga memberikan akses ke segala informasi tentang properti. Tidak hanya melihat tapi Anda bisa pasang iklan gratis di internet dengan CLICKS®!

Kenapa Pilih CLICKS®?

Keuntungan Menggunakan CLICKS®:

Jangan tunggu lagi! Kunjungi CLICKS® sekarang dan temukan rumah impian Anda dengan mudah. Dengan CLICKS®, pencarian rumah menjadi lebih cepat, mudah, dan informatif!